Perjalanan dari Batam ke Bintan

Bagi kalian yang suka pantai, tentunya sudah nggak asing lagi mendengar nama Pulau Bintan. Meskipun tidak sepopuler Bali dan Lombok, namun Bintan wajib masuk bucket list traveling karena keindahan dan pesona alamnya yang tidak kalah dengan Bali maupun Lombok. Pulau terbesar di Provinsi Kepulauan Riau ini juga dikenal dengan resort-resort mewahnya yang dibanjiri turis negeri tetangga kita, yaitu Singapura dan Malaysia. Tarif menginap di resort dan villa yang ada di Bintan juga terkenal karena mahalnya lho, bahkan mencapai belasan juta rupiah per malam. Kendati begitu, kita masih tetap bisa kok liburan hemat, menyenangkan dan kekinian di Pulau Bintan.

Perjalanan saya menuju Bintan diawali dari Pekanbaru menuju Batam yang dilanjutkan dengan penyebrangan laut menggunakan kapal ferry di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Waktu yang saya tempuh menuju Bintan memakan waktu tidak lebih dari 1 jam hingga akhirnya tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, Bintan. Tanjung Pinang sendiri merupakan ibukota dari Pulau Bintan sekaligus ibukota Provinsi Kepulauan Riau.

Di pelabuhan ini, agak kaget juga saya melihat para penjual tiket kapal ferry berteriak keras-keras menawarkan kapalnya ke setiap pengunjung yang baru datang. Bahkan ada juga mbak-mbak penjual yang sampai naik-naik ke meja loketnya.

“Barunanya ka!”

“Marinanya ka! Sini ka, murah ka! Kapal kita baru ka!”

IMG_8436.JPG

Penjualan Tiket di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam

 

IMG_8435.JPGSuasana di dermaga sebelum menaiki kapal ferry

Jadwal keberangkatan kapal ferry dari Telaga Punggur ke Tanjung Pinang tersedia mulai pukul 07.15 (pagi) hingga 17.30 (sore) dengan frekuensi keberangkatan setiap 30 menit (setengah jam). Harga tiket menuju Tanjung Pinang berkisar antara 52.500 – 57.500 rupiah per orang sekali jalan ditambah uang retribusi pelabuhan sebesar 5.000 rupiah.

Ada beberapa jenis penyedia jasa kapal ferry dan saya memutuskan untuk memilih kapal ferry Baruna – MV. Oceana yang berbahan alumunium (tergolong ferry keluaran baru). Menurut saya, interior kapal ferry ini sangat bersih dan nyaman. Kita juga bebas memilih duduk dimana saja karena tidak ditentukan nomor kursi di tiket penyebrangan. Selain ke Tanjung Pinang, sebenarnya ada juga tujuan penyebrangan ke Pelabuhan Tanjung Uban dengan waktu tempuh hanya sekitar 15-20 menit. Kalau kita memang berniat untuk menginap di resort/villa dan tempat wisata di area Lagoi, lebih baik kita menyebrang ke Tanjung Uban. Harga tiket menuju Tanjung Uban sendiri relatif murah yaitu sekitar 20.000 rupiah untuk penumpang dewasa dan 15.000 rupiah untuk anak-anak.

Sekedar info tambahan, sebenarnya di Bintan sendiri sudah ada Bandar udara, yaitu Raja Haji Fisabilillah International Airport (TNJ) di Kota Tanjung Pinang. Berikut merupakan penerbangan yang tersedia langsung (direct flight) dari dan ke Tanjung Pinang (pulang-pergi).

  • Jakarta (CGK) – Tanjung Pinang (TNJ) dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya Air
  • Pekanbaru (PKU) – Tanjung Pinang (TNJ) dilayani oleh maskapai Xpress Air
  • Dabo Singkep (SIQ) – Tanjung Pinang (TNJ) dilayani oleh maskapai Susi Air

Setelah mengarungi lautan selama lebih kurang 1 jam, akhirnya saya menginjakkan kaki di Pulau Bintan! Destinasi jalan-jalan berkeliling Pulau Bintan akan saya lanjutkan di artikel berikutnya ya!

IMG_8433.JPGRumah panggung di sekitar dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura

 

IMG_8432.JPGTiba di Tanjung Pinang.. Bukan iklan smartphone ya.. :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s