Mengenal Peninggalan Kesultanan Melayu di Pulau Penyengat

Setibanya di Tanjung Pinang, saya langsung menuju hotel dengan menggunakan mobil sewaan yang sudah menjemput saya sejak sampai di pelabuhan. Sepanjang jalan saya lihat sudah cukup banyak hotel-hotel mulai dari kelas losmen, hotel budget maupun hotel berbintang di Kota Tanjung Pinang. Setelah check-in di hotel dan menaruh barang, saya langsung bergegas kembali menuju salah satu dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Pulau Penyengat.

Pulau Penyengat merupakan pulau kecil berukuran 3,5 km2 yang menyimpan sejarah besar Kesultanan Riau (Melayu Johor) di era abad ke-17 hingga 18. Tidak mengherankan jika pulau ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat negeri tetangga, yaitu Malaysia khususnya yang berasal dari Johor. Kita bisa mencapai pulau ini dengan membayar 5000 rupiah saja untuk ongkos perahu kecil yang dikenal dengan nama pompong. Dengan kondisi angina sepoi-sepoi dan cerahnya sinar mentari, saya tiba di Pulau Penyengat dalam hitungan waktu hanya 10-15 menit.

IMG_8437.JPGDalam perjalanan naik pompong, Pulau Penyengat di depan mata

 

IMG_8438.JPGTiba di dermaga Pulau Penyengat

Bagi saya, Pulau Penyengat merupakan destinasi wisata budaya Melayu dan wisata religi Islam yang sangat menarik. Konon ada sebuah masjid yang dibangun dengan menggunakan bahan perekat berupa putih telur, yaitu Masjid Raya Sultan Riau. Selain itu, di pulau ini terdapat berbagai kompleks makam raja-raja Melayu, benteng pertahanan, balai adat dan juga istana kantor.  Untuk berkeliling pulau, kita bisa menggunakan jasa becak motor (betor) yang ada di sini dengan tarif sekitar 20.000 sampai 30.000 rupiah saja per jamnya (tergantung tawar-menawar dengan si abang pengemudi).

IMG_8447Becak motor (betor) di Pulau Penyengat

 

IMG_8451.JPGAbang betor yang kooperatif mengantar saya keliling pulau 😀

Akses jalan di Pulau Penyengat tergolong kecil atau tidak selebar jalanan di perkotaan di Tanjung Pinang. Jalan di dekat dermaga terbuat dari aspal sedangkan semakin masuk ke dalam pulau jalanan dilapisi dengan paving block yang tersusun rapi. Di sini hampir, atau bahkan nihil mobil yang saya jumpai. Masyarakat setempat menggunakan motor, betor dan sepeda untuk kebutuhan transportasi sehari-hari di dalam pulau.

IMG_8440.JPGAkses jalan dekat dermaga Pulau Penyengat

 

IMG_8448.JPGMasuk ke dalam pulau, akses jalan dilapisi dengan paving block

1. Masjid Raya Sultan Riau

 

Masjid ini dibangun di awal tahun 1800an dengan menggunakan bahan campuran berupa putih telur sebagai perekat. Masjid ini terdiri dari perpaduan warna cat kuning muda dan hijau muda dengan sedikit aksen warna kuning tua. Masjid ini memiliki 4 menara berujung runcing di setiap sudut bangunan dan 13 kubah di bagian tengah bangunan.

2. Makam Raja Hamidah (Engku Putri)

 

Raja Hamidah merupakan permaisuri Sultan Mahmud Shad III Riau Lingga (1760-1812). Di dalam kompleks makam terdapat pula makam Raja Ahmad (penasehat kerajaan), Raja Ali Haji (pujangga kerajaan), Raja Abdullah Yom Riau Lingga IX dan Tengku Aisyah (permaisuri).

 

IMG_8441.JPGKomplek Makam Engku Puteri

 

IMG_8442.JPGMakam Engku Puteri

3. Makam Raja Ja’far dan Raja Ali

 

Raja Ja’far merupakan Yang Dipertuan Muda Riau VI (1805-1832) dan memerintah ketika terjadi perebutan wilayah jajahan antara Belanda dan Inggris. Raja Ja’far adalah pengembang pertambangan di Singkep, meninggal di Daik Lingga dan kemudian dimakamkan di Pulau Penyengat. Di dalam komplek makam ini juga terdapat makam Raja Ali, Yang Dipertuan Muda Riau VIII (1844-1857) dan dimakamkan berdampingan dengan Raja Ja’far. Bangunan komplek makam ini terlihat seperti bangunan masjid dan di bagian luarnya terdapat sebuah kolam atau tempat air untuk wudhu.

 

IMG_8443.JPGKomplek Makam Raja Ja’far dan Raja Ali yang menyerupai bangunan masjid

 

IMG_8444.JPGMakam Raja Ja’far dan Raja Ali bersebelahan

4. Balai Adat Melayu

 

Balai adat ini merupakan bangunan dengan gaya arsitektur dan ornamen khas Melayu yang dahulunya digunakan sebagai tempat pertemuan dan penjamuan tamu. Saat ini, di dalam bangunan terdapat replika pelataran resepsi pernikahan dan khitanan.

 

IMG_8445.JPGPelataran pernikahan adat Melayu

 

IMG_8446.JPGPelataran khitanan adat Melayu

5. Istana Kantor

 

Istana Kantor adalah istana Raja Ali, Yang Dipertuan Muda Riau VIII (1844-1857) atau yang biasa disebut juga sebagai Marhum Kantor. Selain sebagai kediaman, Raja Ali juga memfungsikan bangunan yang dibangun pada tahun 1844 ini sebagai kantor. Istana Kantor ini memiliki luas 110 m2 dan menempati areal seluas 1 Hektar yang dikelilingi tembok.

 

IMG_8449.JPGIstana Kantor yang dibangun di masa kepemimpinan Raja Ali

Selain tempat-tempat tersebut, sebenarnya masih ada beberapa tempat yang saya lewatkan karena waktu yang sudah menjelang sore dan saya tidak tahu persis jam berapa pompong terakhir berangkat ke Tanjung Pinang. Segeralah saya bergegas menuju dermaga kembali ke Tanjung Pinang untuk menghabiskan senja di kota Tanjung Pinang.

Destinasi lainnya yang bisa dikunjungi di Pulau Penyengat, yaitu Makam Raja Haji Fisabilillah, Benteng Bukit Kursi, Benteng Tanjung Nibung, Benteng Bukit Pengawal, Gedung Mesiu, Gedung Tengku Bilik, Bekas Percetakan, Bekas Rumah Hakim, Makam Raja Abdurrahman dan Sumur Putri. Bila memang berniat mengelilingi semua destinasi sebaiknya ambil foto peta lokasi (di depan Masjid Raya Sultan Riau) sebagai referensi saat berkeliling dengan betor.

IMG_8439.JPG

Peta lokasi peninggalan sejarah Pulau Penyengat

 

IMG_8450.JPGPapan penunjuk jalan di Pulau Penyengat

Berkunjung ke Pulau Penyengat membuat saya semakin takjub dengan sejarah Indonesia dimana satu pulau kecil saja dapat menyimpan beribu sejarah kerajaan yang luar biasa. Selamat mengeksplor Pulau Penyengat, permata peninggalan Kerajaan Melayu di Kepulauan Riau!

Advertisements

One thought on “Mengenal Peninggalan Kesultanan Melayu di Pulau Penyengat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s