Santai di Pantai Lagoi dan Trikora

Hari kedua saya di Pulau Bintan. Hari ini saya berencana mau santai-santai keliling pantai. Cuaca cerah, driver sudah nunggu di lobby hotel, perut sudah diisi dengan sarapan di hotel, berangkatlah pagi itu saya ke kawasan Lagoi. Perjalanan ke Lagoi dari kota Tanjung Pinang mesti menempuh jarak 60an km selama 1 jam perjalanan. Perjalanan ke Lagoi melewati Jalan Raya Tj. Uban – Tj. Pinang, jalur yang sama dengan perjalanan Vihara Avalokitesvara Graha. Sepanjang jalan raya ini, jalanan sudah mulus beraspal lengkap dengan marka jalan. Terlihat pula banyak lampu penerangan jalan umum (PJU) yang menggunakan sel surya (solar cell) sebagai sumber energi.

IMG_8458Jalan Raya Tj. Uban – Tj. Pinang 

 

IMG_8460.JPGInfrastruktur jalan sudah bagus dan dilengkapi lampu penerangan

Dalam perjalanan saya menjumpai panorama cantik Gunung Bintan di sebelah kiri jalan. Gunung Bintan merupakan wilayah dengan titik elevasi tertinggi di Pulau Bintan, katanya sih tidak sampai 400 mdpl (kata driver saya sekitar 360-370 mdpl). Kalau dibanding gunung lain di Indonesia, mungkin ini gunung mini lah ya. Gunung Bintan cocok bagi yang mau sekedar trekking, membakar lemak sambil menikmati bersihnya udara di Bintan. Selain itu, di Gunung Bintan vegetasinya masih sangat alami, banyak pohon-pohon besar dan air terjun cantik di sana.

IMG_8459.JPGGunung Bintan si gunung mini

Perjalanan ke kawasan Lagoi saya lanjutkan. Tujuan pertama adalah Nirwana Gardens. Kata driver saya, Nirwana Gardens ini membolehkan pengunjung umum masuk, tapi mesti meninggalkan kartu identitas di security gate dan hanya bisa masuk ke sebagian pantainya.

IMG_8461.JPGJalan masuk ke Nirwana Gardens

Akhirnya saya tiba di Pantai Lagoi. Pantainya memang bersih dan yang saya suka adalah banyaknya nyiur alias pohon kelapa kurus-kurus tumbuh tinggi menjulang. Pantainya tenang dan cocok sekali untuk yang mau santai-santai sambil berjemur menikmati angin sepoi-sepoi dari Laut Cina Selatan. Fix kunjungan kedua ke Bintan saya mesti menginap di sini.

IMG_8466Nyiur jangkung di Pantai Lagoi

 

IMG_8469Tumbuh tuh ke atas, bukan ke samping :p

Kalau diperhatikan lagi, pantai ini baru kelihatan cantik saat matahari terik. Warna turqoise air laut akan lebih terlihat jelas. Batu-batu pantai berukuran cukup besar juga tersebar secara alami di kawasan Lagoi ini.

IMG_8464Bersihnya Pantai Lagoi

 

IMG_8463Bebatuan alami di Pantai Lagoi

 

IMG_8468Pantai Lagoi

Di kawasan Lagoi juga terkenal dengan aktivitas water sport yang dikelola oleh pihak resort, yaitu canoeing, jet skiing, boogie boarding dan lain-lain.

IMG_8462Suasana pantai yang bersih dan tenang cocok untuk berjemur

 

IMG_8465Tersedia berbagai macam aktivitas water sport

Tidak terlalu lama saya di Pantai Lagoi. Saya penasaran ingin melihat Pantai Trikora. Katanya di pantai ini juga banyak batu-batu besar yang terhampar sepanjang bibir pantai.

Beregerak dari utara menuju ke timur sejauh 50 km, akhirnya saya sampai di Pantai Trikora. Pantai ini terbuka untuk umum dan lebih merakyat. Di pantai ini banyak wisatawan lokal yang menghabiskan waktu akhir pekannya untuk duduk-duduk santai menikmati tenangnya ombak lautan. Ada keluarga yang membawa anak-anak kecilnya, ada muda-mudi yang pacaran dan ada juga beberapa wisatawan asing yang dari bahasa dan logat Bahasa Inggrisnya, saya rasa mereka dari Singapura.

IMG_8473Bebatuan di Pantai Trikora tidak kalah cantik dengan Pantai Lagoi

 

IMG_8479.JPGBebatuan di Pantai Trikora, cocok untuk foto-foto 😀

Yang saya dengar dari penjaga warung sekitar pantai, nama Trikora sendiri sepertinya diambil dari jargon di zaman kemerdekaan “Trikora: Tri Komando Rakyat” dan pulau ini jadi salah satu basis pertahanan Indonesia yang bersitegang dengan Malaysia.

IMG_8474Jernihnya air laut di Pantai Trikora

Pantai Trikora ini membentang sepanjang 20an km di pesisir timur Pulau Bintan, sampai-sampai dinamai dengan nomor mulai dari Pantai Trikora 1, 2, 3 hingga 4. Saya sendiri kurang tahu saat itu yang saya kunjungi Pantai Trikora berapa. Sepertinya sih Trikora 3. Hehe..

IMG_8475Pemandangan cantik di sekitar Pantai Trikora

Sekitar pukul 5 sore saya menuju ke Bintan Laguna Resort. Berhubung tadi pagi saya sudah check-out dari hotel di Tanjung Pinang, malam ini saya menginap di Trikora. Ada penginapan ala rumah nelayan yang berdiri di atas laut. Penginapan ini memberikan tarif yang lebih murah kepada turis lokal dimana kamar tanpa AC hanya Rp. 180 ribu, kamar AC biasa (maksudnya kipas angin) 250 ribu dan kamar AC besar (AC beneran) 400 ribu.

IMG_8477.JPGDan inilah bentuk kamar penginapan di Bintan Laguna Resort

Di dalam kamar yang saya pilih, yaitu kamar dengan AC biasa, terdapat kasur single size, kipas angin dan kamar mandi. Memang tidak senyaman hotel budget di Tanjung Pinang, tapi rasa penasaran saya menginap di rumah ala nelayan terbayarkan sudah. Haha. Saya tidur nyenyak malam itu dan bangun pagi-pagi buta sekitar jam 4.30 hanya untuk menikmati keindahan matahari terbit di Pantai Trikora.

IMG_8476Sunrise di Pantai Trikora

Indahnya mentari terbit di ufuk timur menyambut pagi saya… seakan mengingatkan  untuk berkunjung kembali ke Pulau Bintan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s