Serunya Trekking dan Outbond di Hutan Hujan Tropis Riau!

Sebelum memijakkan kaki untuk bekerja di tanah Sumatera, tidak sedikit orang-orang sekitar saya yang berkomentar, “Hati-hati ya, di sana kan hutan”. Bukan hanya ke saya saja, tapi juga ke orang tua saya. Omongan-omongan ini memang cukup ampuh membuat orang tua saya sempat khawatir karena anak bungsunya ini mau merantau ke tanah orang. Pemikiran seperti itu memang masih melekat di benak orang-orang tua jaman dulu yang berasal dari tanah Jawa.

Kenyataannya sekarang sudah jauh berbeda, pertama saya tiba di Pekanbaru tahun 2014, ibukota Provinsi Riau ini tak kalah maju dibanding kota-kota lain di Pulau Jawa. Sedangkan saat saya melanjutkan perjalanan ke Duri, distrik kecil di Kabupaten Bengkalis, saya pun tidak mendapati bahwa Riau ini “masih hutan”. Hanya kenyataan miris yang saya peroleh bahwa mayoritas hutan itu sudah beralih menjadi perkebunan kelapa sawit. Hutan-hutan asli Sumatera yang disebut-sebut orang itu justru sudah sangat minim keberadaannya.

Beberapa tahun hidup di Riau, saya justru mencari hutan-hutan yang tersisa itu sebagai tempat untuk trekking, outbond dan wisata sambil mensyukuri kekayaan alam yang kita punya. Artikel ini saya buat supaya masyarakat lebih mengenal hutan di Riau dan semakin sadar bahwa kita semua harus menjaganya. Check it out!

1. Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim

Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim (SSH) berada sekitar 20 km ke arah utara Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Lintas Timur Sumatera/Jalan Pekanbaru-Minas. Kondisi Tahura cukup terawat dan masih banyak pepohonan yang tumbuh tinggi menjulang sehingga udara di sini masih terasa segarnya (seolah saya merasakan kehadiran Oksigen 21% di sini).

IMG_8495
Anak tangga sejauh mata memandang, minta didaki…
IMG_8492
Baru separuh jalan sudah banyak foto-fotonya :p
IMG_8493
Akses jalan masih tanah tapi sudah compact
IMG_8491
Jalan setapak dari semen dan paving block
IMG_8494
Tempat istirahat, ada kursi-kursi kayu dan gazebo
2. Kawasan Hutan Wisata Buluhcina

Buluhcina pada dasarnya merupakan nama desa yang berada di tepian Sungai Kampar, Kabupaten Kampar. Belakangan karena kearifan lokal masyarakat (suku Melayu dan Domo) di sana yang menjaga kawasan hutan secara turun-temurun, Pemerintah Provinsi Riau kemudian menetapkannya sebagai Kawasan Hutan Wisata. Kawasan hutan ini dapat ditempuh sejauh 30 km atau sekitar 40 menit perjalanan ke arah selatan Kota Pekanbaru melalui Jalan Raya Pasir Putih. Saya bersama teman-teman kantor datang ke sini dengan tujuan untuk trekking dan keliling sungai dengan perahu kecil. Saya janjian dengan Bang Rudi Hidayat, putra daerah Desa Buluhcina yang juga merupakan anggota Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau dan akan menemani keliling kampungnya ini.

IMG_8503
Area istirahat
IMG_8499
That is how mother nature shows you her beauty
IMG_8501
Twin giant trees
IMG_8502
Bang Rudi – ranger yang memimpin perjalanan trekking kami
IMG_8508
Pohon super besar yang menjadi bukti kekayaan hayati Riau

Setelah lelah berkeliling hutan, akhirnya saya dan teman-teman kantor menaiki perahu kecil berbahan bakar diesel untuk menyusuri sungai dan danau. Harga sewa perahu kecil ini hanya 100 ribu rupiah untuk sekali trip menyusuri Sungai Kampar, keliling hutan dan singgah ke danau-danau. Sedangkan untuk jasa Bang Rudi selaku trip ranger bisa dibayarkan seikhlasnya, sepantasnya berapa gitu lah kalau kata orang-orang. Hehe..

IMG_8506
Serasa di Hutan Amazon
IMG_8507
Masyarakat Buluhcina yang sedang berburu ikan sungai
IMG_8509
Tepian Sungai Kampar
IMG_8510
Perahu yang saya tumpangi sempat mogok karena tersangkut kayu
IMG_8512
Pepohonan berbatang besar membentuk kanopi hutan
IMG_8500
Mirroring lake – Danau Pinang Dalam (sayang mendung…)
3. Agro Wisata Bukit Naang

Kawasan hutan yang satu ini berada di daerah Bangkinang atau sekitar 70 km dari Kota Pekanbaru. Bukit Naang sangat cocok untuk kegiatan outdoor anak-anak karena dilengkapi dengan flying fox, sepeda air, tree top adventure, ATV track dan juga paint ball. Saya ke Bukit Naang bersama teman-teman kantor dan keluarganya untuk mencoba flying fox dan tree top adventure yang memanfaatkan banyak pohon besar di kawasan ini. Sangat direkomendasikan untuk yang jarang beraktivitas di luar ruangan, hehe..

IMG_8547
Danau alami nan cantik di Bukit Naang
IMG_8548
Bermain sepeda air
IMG_8549
Udara di Bukit Naang sangat bersih
IMG_8550
Ready for flying fox
IMG_8552
Aspek keamanan tetap nomor satu!
IMG_8551
Tree top adventure

Sebenarnya masih ada beberapa kawasan hutan lain di Riau, seperti Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan lain-lain. Rencananya saya akan mencoba untuk bisa main ke sana dan akan saya tuliskan di artikel-artikel berikutnya!

Advertisements

One thought on “Serunya Trekking dan Outbond di Hutan Hujan Tropis Riau!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s