Museum Keren nan Modern di Keraton Kasepuhan Cirebon

Museum bisa dibilang merupakan etalase bangsa. Melalui museum, bisa terlihat keseriusan sebuah bangsa dalam menghargai dan merawat sejarahnya, budayanya bahkan jati dirinya. Karena itulah sebenarnya museum harus dikelola dengan baik dan membuat orang tertarik mengunjunginya. Museum juga harus menjadi tempat belajar agar generasi penerus bangsa bisa memahami kekayaan negerinya.

Bagian muka Museum Pusaka Keraton Kasepuhan

Budaya pergi mengunjungi museum saat liburan rasanya jauh dari masa kecil saya. Mungkin juga kebanyakan orang lainnya di Indonesia. Hal ini biasanya dikarenakan kondisi kebanyakan museum yang kurang terawat, gelap, dan lain-lain yang membuatnya tidak menarik. Namun belakangan sepertinya museum-museum di negeri kita mulai berbenah karena museum sangat erat kaitannya dengan kemajuan sektor pariwisata. Tidak ketinggalan dengan museum yang saya jumpai di Keraton Kasepuhan Cirebon yang diberi nama Museum Pusaka. Baca juga: Cirebon Heritage

Bagus kan..

Saat memasuki komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, di gerbang depan wajib bayar tiket masuk sebesar 15 ribu rupiah. Namun tiket itu tidak termasuk tiket masuk ke Museum Pusaka ini. Untuk masuk ke museum, saya perlu membayar lagi sebesar 25 ribu rupiah. Dibandingkan tiket masuk ke museum-museum lain di negeri tetangga, tiket ini tergolong murah. Dengan melihat pengelolaannya yang serius pun saya rasa membayar tiket tambahan ini tergolong hal yang wajar dan sepadan.

Bangunan yang didominasi cat putih ini diresmikan oleh Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat S.E. sekitar 2 bulan lalu, tepatnya tanggal 10 Juni 2017. Begitulah kira-kira yang tertulis di sebuah batu granit hitam di lobby museum. Museum ini menyimpan berbagai barang peninggalan dari berbagai era Kesultanan Cirebon.

Koleksi peninggalan Keraton Kasepuhan Cirebon

Peralatan Tari Wayang Wong abad ke-XVIII

Koleksi museum tertata rapi di dalam lemari-lemari kayu berwarna cokelat yang diberikan penerangan lampu. Mulai dari keris, pedang, peti, patung, perabot kristal hingga busana putra-putri keraton bisa dilihat di sini. Yang cukup menarik perhatian saya adalah koleksi keris dan pedang yang dikelompokkan berdasarkan era sejarah Cirebon seperti era Pangeran Cakrabuana – Galuh Pajajaran, era Cirebon Awal (Sunan Gunung Jati – Panembahan Girilaya), era Cirebon Tengah (Panembahan Ratu II – Sultan Sepuh IV) dan era kesultanan hingga saat ini.

Beberapa koleksi pedang dan keris – era Pajajaran

Beberapa koleksi pedang dan keris – era Cirebon Awal

Ternyata koleksi di Museum Pusaka ini tidak hanya dari dalam negeri melainkan juga dari beberapa negara lain seperti Tiongkok, Mesir, Jepang, Belanda dan negara-negara Eropa lainnya. Terlihat beberapa koleksi seperti peti-peti dari Mesir dan Tiongkok serta gelas dan perabot kristal dari Eropa. Barang-barang tersebut masih terawat dengan baik dan seolah-olah tidak terlihat barang lama berusia ratusan tahun.

Botol kristal dari Eropa abad ke-XVII

Perabot kristal dari Eropa abad ke-XVII

Alat debus dari Banten

Ukiran kayu Dewa Ganesha naik gajah

Yang menarik juga, di museum ini terdapat sebuah batu berbentuk persegi panjang yang bernama Batu Gilang. Batu tersebut merupakan peninggalan zaman Sunan Gunung Jati dan digunakan sebagai penunjuk arah kiblat.

Batu Gilang

Sebuah set Gamelan Sekaten yang dibuat pada tahun 1495 juga masih terjaga dengan baik. Gamelan ini dipersembahkan oleh Sultan Demak III kepada Kesultanan Cirebon.

Gamelan Sekaten

Gamelan Sekaten

Museum Pusaka ini juga menampilkan Kereta Singa Barong yang tentunya sangat menarik perhatian saya dan juga pengunjung lainnya. Singa Barong merupakan sosok gabungan dari empat hewan, yaitu singa, naga, garuda/buroq dan gajah. Makna tersirat dari penggabungan hewan tersebut ternyata melambangkan hubungan erat Kesultanan Cirebon dengan Tiongkok/Buddha (dari bagian naga), Timur Tengah/Arab /Islam (dari bagian buroq), dan India/Hindu (dari bagian gajah).

Kereta Singa Barong

Barang-barang peninggalan Sunan Gunung Jati dan Putri Ong Tien (istri sunan) diletakkan di sebuah ruangan khusus. Barang-barang tersebut diletakkan dalam lemari dengan kunci berupa sandi.

Kain batik Abad ke-XV

Baju Putri Ong Tien, istri Sunan Gunung Jati

Piring pengiring Wali Songo

Saya salut luar biasa dengan niat dan keseriusan pengurus Keraton Kasepuhan Cirebon dalam mengelola Museum Pusaka ini. Dan memang sudah sepatutnya seperti ini. Semoga warisan leluhur Kesultanan Cirebon tetap terjaga dengan baik ke depannya dan semangat masyarakat untuk mengenalinya lebih dekat juga semakin meningkat 🙂

Alamat: Jl. Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon 45114

Hari/Jam buka: Setiap hari/Jam 9 pagi sampai jam 5 sore

Tiket masuk: 25 ribu

Advertisements

One thought on “Museum Keren nan Modern di Keraton Kasepuhan Cirebon

  1. Pingback: Cirebon Heritage – jamalsgetaway

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s