Kampong Glam, Destinasi Wisata Halal yang Keren di Singapura

Kampong Glam bisa dibilang merupakan destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara di Singapura. Terlebih bagi orang dari Timur Tengah, orang Melayu Malaysia dan tentunya orang Indonesia. Saya pribadi sudah tidak terhitung berapa kali ke Singapura dan 3 kali di antaranya saya pasti ke Kampong Glam ini. Kampong Glam ini letaknya berdekatan dengan kawasan Bugis sehingga stasiun MRT terdekatnya adalah Stasiun MRT Bugis.

Bagi kebanyakan Muslim, tentunya ketersediaan tempat makan halal dan masjid menjadi salah satu pertanyaan besar saat ingin jalan-jalan ke negara lain. Tidak terkecuali di Singapura, meskipun dekat dari Indonesia namun memang mencari makanan halal di negara ini gampang-gampang susah. Nah, di Kampong Glam ini surganya kuliner halal. Dan yang lebih penting, banyak restoran Indonesia di sini.

Lalu, ada apa saja di Kampong Glam yang membuat banyak wisatawan Muslim menyambanginya?

1. Singgah dan Sholat di Masjid Sultan

Keberadaan Masjid Sultan di Kampong Glam merupakan magnet utama bagi banyak turis, tidak terbatas untuk kalangan Muslim saja. Masjid ini merupakan titik penting bagi umat Muslim Singapura dan akan ramai setiap Bulan Ramadhan.

Masjid Sultan

Pada tahun 1823, Sultan Hussein menginginkan dibangun sebuah masjid di dekat kediamannya (Istana Kampong Glam). Pembangunan dilakukan dan dibiayai oleh Inggris yang dipimpin oleh Sir Stamford Raffless saat itu mulai tahun 1824 hingga 1826. Pada tahun 1879, cucu dari Sultan Hussein, yaitu Sultan Alauddin Alam Shah (Tunku Alam) memberikan lahan lebih untuk masjid ini. Di awal tahun 1900-an, kapasitas masjid tidak dapat menampung umat Muslim saat itu sehingga diputuskan pada tahun 1924, masjid lama dihancurkan dan dibangun kembali masjid yang lebih besar. Biaya pembangunan Masjid Sultan yang kita lihat saat ini merupakan hasil donasi/penggalangan dana umat Muslim Singapura.

IMG_7273

Suasana menjelang Sholat Jumat di Masjid Sultan

Masjid Sultan dikukuhkan sebagai monumen nasional pada tahun 1975. Bangunan penunjang masjid didesain serupa dengan desain bangunan utama dan diresmikan pada tahun 1993. Hal unik lainnya dari masjid ini adalah fakta bahwa masjid menjadi masjid pertama yang meraih sertifikasi ISO 9001 (Manajemen Mutu) pada Agustus 2016. Keren ya!

2. Berkunjung ke Istana Kampong Glam (Malay Heritage Centre)

Terletak di sebrang jalan dari Masjid Sultan, tepatnya di Kandahar Street, berdirilah Istana Kampong Glam yang sekarang ini dikenal sebagai Malay Heritage Centre (pusat sejarah Melayu). Museum ini merupakan etalase warisan budaya Melayu Singapura. Dilengkapi dengan barang-barang bersejarah dan multimedia interaktif, menjadikan Istana Kampong Glam ini wajib dikunjungi.

DSCF4881.JPG

Istana Kampong Glam (Malay Heritage Centre)

Istana ini mulanya dibangun pada tahun 1819 oleh Sultan Hussein setelah ia membawa keluarga dan rombongannya dari Riau dengan menggunakan ratusan kapal. Ia mendarat ke Kampong Glam di Singapura setelah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Inggris. Istana Kampong Glam yang pertama merupakan bangunan kayu berupa rumah panggung seperti yang banyak kita jumpai di Indonesia. Barulah pada tahun 1840, bangunan istana direnovasi oleh Sultan Ali Iskandar Shah dengan gaya perpaduan Melayu dan Eropa seperti yang kita lihat saat ini.

Jadwal Operasional

Malay Heritage Centre Museum

Selasa – Minggu: 10 pagi – 6 sore

Senin: tutup

Malay Heritage Centre Compound
Selasa – Minggu: 8 pagi – 8 malam

Jumat – Sabtu: 8 pagi – 10 malam

Senin: tutup

3. Makan Masakan Indonesia

Ada beragam restoran di kawasan Kampong Glam, seperti masakan India, masakan Timur Tengah (Turki, Lebanon, dll), masakan Malaysia dan masakan Indonesia.  Bagi yang nggak mau kompromi dengan urusan rasa makanan sebaiknya pilih saja masakan Indonesia meskipun tentu harganya ya standar harga makanan di Singapura. Nasi Padang mendominasi meskipun ada juga rumah makan Jawa Timur di sini.

Warung Nasi Pariaman – Kandahar Street

RM. Sabar Menanti (nasi padang) – North Bridge Road

Bak surga..

IMG_7272

Makan begini aja 7 SGD, duh gusti..

4. Menyusuri Haji Lane – lorong Hipsternya Kampong Glam

Haji Lane merupakan sebuah lorong kecil yang tidak bisa dilewati mobil karena memang jalannya tidak lebar. Jalan besar terdekat untuk ke sini adalah North Bridge Road. Di sini ada banyak butik-butik dan semacam distro lokal Singapura. Ada juga beberapa toko yang menjual barang-barang unik, boneka, salad bar, coffee shop dan Seven Eleven di sini.

DSCF4908.JPG

Jalan ke arah Haji Lane

DSCF4911.JPG

Pagi-pagi di Haji Lane.. kosong belum ada orang..

Belakangan Haji Lane menjadi jalanan yang hits dan instagrammable karena tembok dari toko-toko yang ada di sini dihias dan dimural dengan gambar-gambar menarik. Untuk orang Indonesia tentunya pasti suka dengan mural-mural model begini karena bisa mendukung hasrat untuk foto-foto.

IMG_2197.JPG

Orang Indonesia biasanya foto di sini nih.. 😀

Another nice spot..

 

Black and white.. Bagus..

5. Foto-foto di Muscat Street

Selain di Haji Lane, di Kampong Glam juga ada spot yang instagrammable, tepatnya di sebelah kanan gerbang depan Masjid Sultan. Spot ini baru beberapa bulan selesai dirapikan dan merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Singapura dengan Oman. Kenapa Oman? Mungkin karena nama jalannya adalah Muscat Street, which is ibukotanya Oman.. Mungkin..

Muscat Street

Karena jalan sendirian pagi-pagi.. pakai self-timer deh..

DSCF4866.JPG

Beberapa lukisan khas Oman

6. Mencoba Zam Zam Restaurant – Masakan India yang Fenomenal

Opsi lain makanan halal yang biasanya disinggahi orang Indonesia saat ke Malaysia dan Singapura adalah masakan India. Meskipun banyak juga orang yang tidak cocok dengan masakan India karena rempah-rempahnya yang sangat (atau terlalu) menonjol. Tapi ternyata, setidaknya bagi saya, Zam Zam Restaurant ini tidak seperti kebanyakan masakan India yang lain. Nasi briyani ayam misalnya, rasanya masih bisa diterima oleh lidah saya.

Nasi briyani ayam

Zam Zam Restaurant ini menawarkan beberapa menu khas India seperti Murtabak (domba/kambing, sapi, ayam, sarden dan rusa), Nasi Briyani (domba/kambing, sapi, rusa, ayam, ikan, udang dan telur) dan Chops (kambing, sapi, dan ayam). Selain itu ada juga beberapa menu nasi goreng, bihun dan mie goreng.

Yang asli hanya di sini katanya..

7. Makan dan Nongkrong di Restoran Melayu – Kampong Glam Cafe

Di Bussorah Street, alias di seberang gerbang depan Masjid Sultan ada satu tempat makan yang selalu ramai baik pagi, siang, sore maupun malam. Namanya Kampong Glam Cafe.

Kampong Glam Cafe di malam hari.. Rame..

Menunya bisa dibilang perpaduan antara masakan Padang dan masakan Melayu. Sambil makan berat bisa ditemani minuman yang segar-segar seperti teh tarik, es Milo maupun Bandung. Iya, Bandung namanya. Minuman ini sering ditemui di rumah makan Melayu di Singapura (juga Malaysia dan Brunei) bahkan sampai ada yang versi kemasannya di Seven Eleven. Minuman ini terbuat dari campuran air, susu kental dan susu mawar. Kalau saya bilang sih ini mirip sama Es Doger tapi versi cair tanpa es serut.

IMG_7276

Bungkuih ciek buat makan di hostel.. 

8. Mural Tradisional Melayu di depan Hotel Nuve

Di Jalan Pinang dekat hostel saya menginap, ada sebuah hotel yang punya mural dengan gambar kehidupan masyarakat Melayu Singapura zaman dulu. Nama hotelnya adalah Hotel Nuve, di samping Adamson Inn. Cocok juga untuk foto-foto..

Kehidupan keluarga Melayu Singapura dulu

Mural penjual sate keliling

9. Makan di Restoran Timur Tengah

Terakhir, di sebrang gerbang depan Masjid Sultan ada banyak restoran Timur Tengah mulai dari masakan Turki, Lebonan dan lain-lain. Bagi yang merasa cocok dengan hidangan ini, bisa dicoba juga..

Turkish Restaurant

Transportasi Menuju Kampong Glam – dengan MRT
  • Dari Changi Airport: naik MRT dari Terminal 2/Terminal 3, turun untuk transit di Stasiun Tanah Merah. Lanjut naik MRT lagi yang ke arah Jurong East/Tuas Link, turun di Stasiun Bugis. Dari stasiun tinggal jalan kaki ke arah Ophir Road/Victoria Street.
  • Dari Harbourfront Ferry Terminal: naik MRT Purple Line ke arah Punggol, turun di Stasiun Chinatown. Lanjut naik MRT Blue Line/Downtown Line ke arah Bukit Panjang, turun di Stasiun Bugis.
Advertisements

7 thoughts on “Kampong Glam, Destinasi Wisata Halal yang Keren di Singapura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s