Perjalanan dari Pekanbaru ke Pulau Lingga

Kali ini saya ingin menuliskan tentang perjalanan saya ke sebuah pulau di selatan Kepulauan Riau, yaitu Pulau Lingga. Pulau ini merupakan ibukota dari kabupaten baru (alias kabupaten termuda) di Kepulauan Riau, yaitu Kabupaten Kepulauan Lingga. Pulau Lingga merupakan pulau terbesar dan menjadi pusat pemerintahan kabupaten ini. Di sebelahnya ada Pulau Singkep yang mungkin lebih banyak dikenal orang karena pernah menjadi daerah eksploitasi timah sejak tahun 1800an sampai awal tahun 1990an. Di Pulau Singkep ini jugalah terdapat sebuah bandara kecil yang banyak diandalkan masyarakat rantau Kepulauan Lingga.

Check-in di Bandara SSK II, Pekanbaru

Untuk bisa tiba di Pulau Lingga, kita dapat berangkat dari beberapa kota besar terdekat, seperti Batam, Tanjung Pinang, Jambi dan Pekanbaru. Saya sendiri berangkat dari Pekanbaru dengan menggunakan pesawat ke Pulau Singkep yang kemudian dilanjut dengan penyebrangan laut dengan menggunakan speed boat ke Pulau Lingga.

Dari Pekanbaru hanya ada satu maskapai penerbangan yang melayani rute ke Pulau Singkep (dengan ibukota kecamatan di Dabo). Jadwal penerbangannya tidak tetap setiap harinya, karena itulah saya fotokan jadwal penerbangannya, mana tau berguna bagi yang memerlukannya. Susi Air dari Pekanbaru ke Dabo Singkep beroperasi di hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat. Di hari Jumat sendiri, jam keberangkatannya tergantung dari minggu genap ganjil (udah kayak aturan plat nomor di Jakarta aja yee..).

Kemarin saya berangkat di hari Jumat minggu ganjil sehingga jadwal penerbangan dari Pekanbaru adalah pukul 11.35. Sudah deg-degan juga karena mesti mengganti shalat Jumat dengan shalat Zuhur kalau begini caranya. Namun kenyataan berkata lain, saat menunggu di bandara Pekanbaru, sampai jam 12.00 belum ada panggilan keberangkatan juga. Beberapa kali saya dan calon penumpang lainnya menanyakan perihal ini ke mbak penjaga gate keberangkatan. Katanya pesawat sudah otw dari Dabo dan segera tiba di Pekanbaru. Sebentar lagi akan sampai  katanya.. Selang 10 menit, tiba-tiba ada pengumuman pesawat ke Dabo bakal diberangkatkan pukul 15.40! Kaget, syok.. jauh banget delaynya.. Katanya ada pergantian crew.. Yasudahlah, akhirnya saya putuskan untuk Jumatan dulu di masjid kompleks bandara. Eeeh tiba-tiba lagi, baru 5 menit duduk di masjid, pesawat  dikabarkan akan segera diberangkatkan! Grrr.. Duh Gusti, terpaksa saya masuk lagi ke bandara dengan terbirit-birit karena tidak mau sampai ditinggal..

FYI, kontak Susi Air Pekanbaru untuk pemesanan tiket bisa ke nomor 08116177702 sedangkan Call Centre ke nomor 08112113080/3090.

Jadwal penerbangan maskapai Susi Air (dari Pekanbaru)

Saat melihat ukuran pesawat yang akan dinaiki, ternyata pesawat kecil banget, yaitu tipe Cessna Grand Caravan. Saat masuk di dalam pesawat, saya duduk tepat di belakang pilot dan co-pilot yang keduanya orang Barat. Bisa ngelihatin mereka ngapain aja, mulai dari nyatet-nyatet data penerbangan sampai ngemil risol. Kapasitas pesawat ini adalah untuk 12 orang, ngepas dengan jumlah penumpang saat itu.

Mirip-mirip kayak naik Chopper tapi terbangnya lebih tinggi

Pemandangan dari jendela pesawat

Dalam waktu tempuh selama 1,5 jam di udara, akhirnya mendarat juga saya di bandara Dabo Singkep. Bandaranya kecil saja dan memang hanya dapat digunakan oleh pesawat perintis, yaitu Susi Air. Rute penerbangan yang dilayani Susi Air ke Dabo Singkep, yaitu Batam, Jambi, Pangkal Pinang, Pekanbaru dan Tanjung Pinang.

Pantai Payung di Pulau Singkep

Di Pelabuhan Jagoh, saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan speed boat menuju Dermaga Penarik (lihat peta). Ongkosnya cukup mahal sih di sini, per orang mesti bayar 50 ribu padahal jaraknya hanya selemparan kutang dari Pelabuhan Jagoh ke Dermaga Penarik. Tapi karena sudah excited dengan Pulau Lingga dan melihat dari kejauhan bentang alamnya yang indah, rasanya ongkos mahal speed boat ini akan segera terbayarkan. Hehe..

Pulau Lingga di depan mata 🙂

Pelabuhan di Pulau Lingga

Oh ya, di Pulau Lingga sendiri ada beberapa pelabuhan dan dermaga, yaitu:

1. Dermaga Penarik: merupakan dermaga kecil tempat berlabuh speed boat dan kapal kecil dari Pelabuhan Jagoh di Dabo Singkep.

Dermaga Penarik

2. Pelabuhan Tanjung Buton: Pelabuhan ini merupakan yang paling dekat dengan pusat kota Daik, Lingga. Jadi kalau mau langsung menyender di penginapan, ambil pelabuhan ini sebagai tujuan perjalanan di Pulau Lingga. Armada yang beroperasi di pelabuhan ini antara lain sbb:

  • Speed boat dari dan ke Pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep. 
  • Kapal ferry MV. Oceanna dari dan ke Batam (Pelabuhan Telaga Punggur).
  • Kapal ferry MV. Lintas Kepri dari dan ke Tanjung Pinang (Pelabuhan Sri Bintan Pura). 

3. Pelabuhan Sungai Tenam: pelabuhan ini merupakan pelabuhan yang baru diresmikan tahun 2016 lalu. Pelabuhan Sungai Tenam (lihat peta) terletak di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga Utara. Jaraknya dari kota Daik adalah sekitar 30 km dengan waktu tempuh sekitar 50 menit dengan menggunakan mobil travel. Waktu itu saya mendapat kontak travel bernama Bang Gel (081236663600). Waktu tempuh menuju Tanjung Pinang dan Batam dari pelabuhan ini kira-kira selama 2,5 jam. Armada yang beroperasi di pelabuhan ini antara lain sbb:

  • Kapal motor SB. Irfan Jaya dan kapal motor SB. Istiqamah Jaya dari dan ke Batam (Pelabuhan Telaga Punggur). Harga tiket 185 ribu rupiah.
  • Kapal motor SB. Lingga Permai dan kapal motor SB. Istiqamah Jaya dari dan ke Tanjung Pinang (Pelabuhan Sri Bintan Pura). Harga tiket 160 ribu rupiah.

Gerbang sebelum naik kapal di Pelabuhan Sungai Tenam

Tiket kapal Pel. Sungai Tenam – Tanjung Pinang seharga 160 ribu/orang

Kapal motor Istiqamah Jaya

4. Pelabuhan Roro Penarik: Pelabuhan Roro Penarik (lihat peta) diresmikan tahun 2016 dan dibangun untuk memudahkan akses barang-barang kebutuhan di Lingga yang kebanyakan berasal dari Sumatra, khususnya Jambi. Kapal Roro yang mendarat dapat mengangkut kendaraan dan pasokan barang dengan rute dari dan ke Batam, Tanjung Pinang serta Jambi (Pelabuhan Kuala Tungkal).

Akomodasi di Daik, Lingga

Selama berada di Daik, Lingga tepatnya 2 hari 2 malam, saya menginap di sebuah akomodasi yang tergolong bagus. Meskipun bukan satu-satunya penginapan, tapi bisa dibilang hotel ini lah yang kualitasnya sudah sepadan dengan hotel budget di perkotaan. Namanya Hotel Lingga Pesona. Lokasinya ada di Jalan Datuk Laksemane (lihat peta) dan masih berada di area Kampung Cina/pecinan.

Tampak depan Hotel Lingga Pesona

Di hotel ini ada 3 jenis kamar yang ditawarkan, yaitu Standar (175 ribu/malam), Superior (260 ribu/malam), VIP (370 ribu/malam) dan VVIP (550 ribu/malam). Untuk kamar tipe Standar yang saya coba sebenarnya sudah nyaman, sudah ada AC di dalamnya. Kalau yang tipe di atasnya tentu lebih oke lagi kamarnya. Sile dipilih tergantung dari budget.

Kamar tipe standar

Okay, sepertinya itu saja yang bisa saya sampaikan tentang perjalanan ke Pulau Lingga, termasuk transportasi dan akomodasi di sana. Untuk cerita mengenai destinasi alam, wisata budaya dan sejarah di Pulau Lingga akan saya tuliskan di artikel berikutnya. Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Perjalanan dari Pekanbaru ke Pulau Lingga

  1. Pingback: Menjelajahi Keindahan Alam Pulau Lingga – jamalsgetaway

  2. Pingback: Perjalanan dari Batam ke Bintan – jamalsgetaway

  3. mawi wijna

    Aku ngakak pas mbaca “…sampai ngemil risol”. Serius itu pilotnya nyetir pesawat sambil makan risol? 😀

    Aku pernah sekali ke Lingga naik kapal feri dari Tanjung Pinang ke Tanjung Buton. Di Lingga banyak obyek yang menarik. Wisata alam ada. Wisata sejarah ada. Wisata budaya ada.

    Sayangnya Lingga masih “sepi” banget. Buat pelancong yang nggak ada kendaraan dan nggak punya kenalan orang setempat bakal kesulitan kalau mau menjelajah Pulau Lingga.

    Omong-omong pantai di Pulau Singkep bagus juga ya? Aku dulu nggak niat mampir ke sana karena pikirku di sana isinya cuma tambang. 😀

    Like

    1. jamalsgetaway

      heheh, ngga pilotnya mas, copilotnya yang kulihat ngemil..

      betul banget Lingga masih “sepi” mungkin karena lokasinya yang agak nanggung untuk diakses, jauh dari kota besarnya..

      Pantai di Singkep menurut saya lumayan bagus dan bersih2.. sepi pula..

      Like

  4. Asrul

    Assalamualaikum bang. Saya Asrul dari Kuala Lumpur.
    Saya merancang ke Museum Linggam Cahaya, Pulau Lingga dan Masjid Agung al Hikmah, Tanjung Pinang, karena tuan guru saya ada kuliah di sana.. Gimana ya cara terbaik saya ke sana? hehe.

    Like

    1. jamalsgetaway

      Ya Asrul.. Rencana mau kemana dulu? Menurut saya pribadi mungkin bisa mulai dengan ke Tanjung Pinang dulu.. Terbang dr Subang ke Batam, nyebrang dengan ferry ke Tg Pinang… Dari Tg Pinang ada kapal motor ke Lingga.. Saya ada kenalan di Lingga kalau kamu perlu guide ke tempat2 yang cantik di sana..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s