2H2M Jalan-jalan + Kulineran di Johor Bahru

Johor memang tidak sepopuler Kuala Lumpur, Penang maupun Melaka ya bagi orang-orang Indonesia. Tapi belakangan, khususnya sejak dibangunnya taman hiburan dengan konsep mainan anak asal Denmark a.k.a LEGO, mulailah Johor ini menjadi tujuan jalan-jalan tambahan di negeri jiran. Legoland di Malaysia dibangun di Nusajaya yang jaraknya sekitar 20 km dari pusat kota Johor Bahru (JB). Tahun 2015 lalu saya pernah mampir ke Legoland Malaysia setelah beberapa hari berlibur di KL. Hasil jalan-jalan ini saya tuliskan di Miniatur Asia Tenggara di Legoland Malaysia.

Johor Bahru atau biasa disebut JB saja oleh kebanyakan orang Malaysia, terletak di ujung selatan Semenanjung Malaya sekaligus ujung selatan daratan Benua Asia. Untuk mencapai JB, dari Indonesia terdapat penerbangan langsung Air Asia dari Jakarta dan Surabaya. Sedangkan dengan jalur laut, JB terkoneksi langsung dari/ke Kepulauan Riau (Batam dan Tanjung Pinang) dengan beberapa jadwal penyebrangan ferry setiap harinya.

Johor Bahru merupakan titik KM 0 dari Benua Asia

Perjalanan dari JB kemarin saya tempuh dari Singapura dengan menggunakan bus (Baca juga: Mencoba Naik Causeway Link 5 (CW5) dari Singapore ke Johor Bahru). Liburan singkat kali ini saya akan menginap 2 hari 2 malam di GBW Hotel JB (Baca juga: Menginap di GBW (Grand Blue Wave) Hotel Johor Bahru). Agenda utama saya main ke JB adalah sekedar jalan-jalan santai alias sightseeing dan juga kulineran. Oh ya, aplikasi dan website Have Halal Will Travel (HHWT) luar biasa berguna bagi saya selama berada di JB kemarin! Check them out!

Makan Malam di Pots & Pans

Setelah sampai di hotel di daerah Bukit Meldrum, saya beranjak mencari makan malam yang dekat/bisa jalan kaki. Dari HHWT saya lihat ada Kafe Pots & Pans yang katanya murah dan enak. Kafenya hanya berjarak 85 meter saja dari hotel GBW dan terletak di sebuah ruko kecil. Meskipun kemarin itu Jumat malam, kafenya tidak tampak ramai, tapi pengunjung datang silih berganti.

Kafe Pots & Pans
Tempatnya kecil dan sederhana, tapi cukup nyaman

Jenis makanan di sini bisa dibilang semuanya western food, mulai dari pasta, chicken chop, lamb chop, sup dan juga beragam dessert. Untuk menyambut hari pertama di JB boleh lah, harganya murah dan rasanya enak-enak juga!

Chicken chop – RM 16
Beef Spaghetti – RM 10

Menuju Kota Tua JB (JB Old Town)

Pembangunan di JB belakangan memang aktif bergeliat. JB yang beruntung karena hanya berjarak ‘selemparan kolor’ dari Singapura ini kian lama kian ramai dengan gedung-gedung pencakar langit, mall, apartemen dan juga berbagai infrastruktur perkotaan. Pembangunan di JB ini memang benar-benar niat!

Namun di balik ramainya bangunan tinggi dari sisi jalan yang menghadap Singapura, terdapat kota tua JB yang menarik untuk disambangi lho! Kawasan ini terletak di belakang Jalan Tun Abdul Razak (daerah mall-mall JB City Square/Komtar JBCC).

Central Hotel jadi patokan jalan menuju JB Old Town (dari arah JB City Square)
Dari Jalan Station menuju Jalan Wong Ah Fook
Jalan Wong Ah Fook
Sudut lain JB – pandangan dari jembatan di sisi kota tua
Sisi lain JB yang agak bau pesing di sini

‘Little India’ JB

Well, kenapa saya kasih tanda kutip? Karena sebenarnya nama ini nggak resmi sih, saya saja menyebutnya Little India. Di sini memang banyak toko-toko punya orang India dan juga ada salah satu Kuil Hindu yang usianya sudah lebih dari 100 tahun, yaitu Kuil Arulmigu Rajamariamman Devasthanam. ‘Little India’ JB ini terletak di kawasan Jalan Ungku Puan dan sebagian Jalan Trus.

Kalung bunga khas India
Lah kok ada Madura di sini?

Kuil Arulmigu Rajamariamman Devasthanam

Jalan Tan Hiok Nee

Jalan ini merupakan daerah yang sangat menarik dari kota tua JB. Yah, walaupun tidak semenarik kota tua di Penang maupun Melaka, tapi berbagai sudut di jalan ini tetap mencuri perhatian karena banyak kuliner peranakan dan arsitektur bangunannya juga khas oriental. Nama Tan Hiok Nee diambil dari nama seorang pedangang Tionghoa yang diberikan gelar “Major China” (atau kalau di Indonesia disebut Kapitan Tionghoa) oleh Sultan Abu Bakar. Tan Hiok Nee mulanya merupakan pedagang tekstil yang akhirnya sukses menguasai pasaran pada masa itu. Selain itu, ia juga memiliki kebun lada hitam dan gambir di sepanjang Sungai Johor.

Gerbang masuk Jalan Tan Hiok Nee – JB Chinatown
Jalan Tan Hiok Nee
Tan Hiok Nee Heritage Walk
Sisi lain pandangan saya di jalan Tan Hiok Nee

Ngemil Pagi di Hiap Joo Bakery

Nah kalau sudah ke Jalan Tan Hiok Noo, jangan lewatkan beli cemilan di Hiap Joo Bakery. Tempat ini sudah mulai berjualan sejak tahun 1919 dan merupakan toko kue tertua di JB. Signature dish-nya di sini adalah kek pisang dan roti kelapa. Kek pisangnya memang terkenal enak, lembut dan tidak terlalu manis. Walaupun sebenarnya saya pikir ya mirip-mirip aja dengan kebanyakan kek pisang di Batam/Indonesia. Hahah.

Selengkapnya bisa dicek di postingan HHWT di sini: 13 Super Yummy Makan Places In JB You’ve Missed Out On Until Now.

img_6926
Ini tokonya, kecil tempatnya jadi harus antri dan ganti-gantian masuk
Harga 5 slice kek pisang ini 5 RM

Restoran Hua Mui

Salah satu makan berat yang terkenal di daerah kota tua JB adalah Restoran Hua Mui. Yang paling terkenal adalah chicken chop-nya. Restoran ini memang tidak ada lambang halalnya sih, tapi kalau menurut HHWT halal kok 🙂

Roti India di Salahuddin Bakery

Salahuddin Bakery ini ada di Jalan Dhoby, masih di seputaran area kota tua JB juga. Kalau lihat dari gambarnya di internet memang kelihatan menarik sih ya roti-rotinya. Akhirnya saya coba jajal juga beli beberapa jenis roti yang dijual di sini. Untuk roti asin, kebanyakan diisi dengan daging kambing, ayam dan sarden (ada juga yang diisi dengan kentang). Kesamaannya adalah hampir semua roti asin di sini menggunakan bumbu kari, karena itu nama rotinya dikenal juga sebagai karipap. Sedangkan untuk roti manis, ada beberapa macam salah satunya adalah roti isi kelapa.

Selengkapnya bisa dicek di postingan HHWT di sini: 13 Super Yummy Makan Places In JB You’ve Missed Out On Until Now.

Karipap Kambing (mutton) seharga 2 RM
Berbagai jenis karipap (kambing, ayam, sarden)

Toko kue ini sudah berumur lebih dari 75 tahun dan tampak sangat sederhana. Bangunan ruko dan plangnya terlihat sangat jadul bila dibandingkan toko-toko sekitarnya yang kebanyakan sudah dirombak menjadi kafe-kafe tempat nongkrong anak muda.

Tampak luar toko Salahuddin Bakery

Kelenteng Tua Johor Bahru

Tidak jauh dari pusat perbelanjaan Galleria @ Kotaraya, tepatnya di Jalan Trus, terdapat sebuah kelenteng (ter)tua di JB. Kelenteng tua ini tampak berdiri kokoh di tengah-tengah gedung-gedung tinggi yang umumnya merupakan hotel.

Kelenteng Tua JB

JB City Square dan JBCC/Komtar

Berpaling dari kawasan kota tua, daerah Jalan Tun Abdul Razak juga wajib dieksplorasi. Ada 2 pusat perbelanjaan (mall) di sini, yaitu JB City Square dan JB City Center/Komtar. Kedua tersambung dan juga terhubung melalui jembatan menuju JB Sentral. Mall-mall ini menjadi ‘rest area’ kebanyakan orang yang sedang jalan-jalan di JB sekaligus tempat belanja dan kulineran yang lengkap.

JB City Square
JBCC/Komtar
Jalan Tun Abdul Razak

Seasons Cafe

Salah satu tempat makan favorit saya di JB adalah Seasons Cafe. Saat ke sini tahun 2015 dan Juni 2018 lalu saya singgah ke sini dan coba pesan steak dan pastanya. Seasons Cafe ini juga terkenal dengan es krimnya yang enak dengan porsi besar. Salah satu yang favorit adalah es rasa mint yang ditambahkan coklat dan whip cream.

Yum!
img_6925
Wajib coba es krimnya
Yang ini juga enak

Istana Bukit Serene

Sebelum kembali ke Pekanbaru, pagi-pagi saya sempatkan juga mampir ke tempat yang sebenarnya saya nggak tahu ada aktivitas apa di sana, tapi lokasi ini selalu muncul di top list pencarian “tempat jalan-jalan JB” di Google. Nama tempatnya adalah Istana Bukit Serene – kediaman resmi Sultan Johor yang letaknya berdekatan dengan kawasan wisata Danga Bay. Berhubung istananya dijaga ketat oleh pasukan militer Johor, jadi orang-orang hanya bisa lihat-lihat di taman luarnya yang dikenal dengan nama Laman Mahkota.

Laman Mahkota – Istana Bukit Serene
Simbol Kesultanan Johor

Yup, akhirnya bisa diposting juga ini catatan jalan-jalan dan kulineran 2 hari 2 malam di Johor Bahru. Secara keseluruhan sebenarnya JB ini memang tidak semenarik Melaka dan Penang sih ya. Tapi kalau dieksplor lebih jauh, ternyata seru juga kok, Johor itu nggak sebatas Legoland saja guys! 🙂

See ya!

Advertisements

4 thoughts on “2H2M Jalan-jalan + Kulineran di Johor Bahru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s