Liburan Seru di Pulau Bintan

Banyak orang yang mengkaitkan Pulau Bintan dengan wisata elit karena banyak resort-resort mahal yang bertengger di pulau ini.  Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa transaksi uang di sini menggunakan mata uang Singapura (SGD). Sebenarnya kalau sudah ke sini, hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Resort-resort mahal memang banyak di pesisir utara pulau ini, khususnya di kawasan Lagoi. Tapi, destinasi menarik di Pulau Bintan bukan hanya di Lagoi, melainkan masih banyak tempat lainnya yang patut dikunjungi. Untuk transaksi dengan mata uang SGD, mungkin dulu iya, tapi sekarang kan sudah diberlakukan peraturan BI yang menyatakan bahwa seluruh transaksi keuangan di Indonesia wajib menggunakan Rupiah 🙂

Kawasan China Town di Tanjung Pinang

Berhubung sudah 2 kali datang ke Pulau Bintan dan mendatangi beberapa tempat yang menarik di sana, saya jadi terpikir untuk merangkum wisata “low budget” yang ada di Pulau Bintan dalam 1 artikel.

1. Pantai Trikora

Garis pantai ini memanjang 20an km di pesisir Timur dari Pulau Bintan. Saking panjangnya, masyarakat membagi dan memberi nama pantai ini dengan nomor dari 1 sampai 4. Pantai Trikora yang menjadi favorit wisatawan merupakan Pantai Trikora 3 yang memiliki banyak batuan granit besar terhampar di bibir pantai menyerupai pantai-pantai di Pulau Belitung. Baca juga: Santai di Pantai Lagoi dan Trikora.

Yang membuat jatuh cinta sama Pantai Trikora, ya batu-batu besarnya ini..

Tidak ada tiket masuk yang dikenakan ke pengunjung pantai ini. Pantai ini terbuka untuk publik dan ada beberapa masyarakat sekitar yang menjual minuman dan makanan ringan. Kekurangan dari pantai ini adalah kebersihannya, menurut saya kurang terjaga. Sampah plastik, botol kaca dan kemasan lainnya bisa ditemukan dengan mudah di bibir pantai.

IMG_8475
Nyiur melambai tumbuh di sepanjang garis Pantai Trikora

Di sepanjang Pantai Trikora ada banyak penginapan dengan berbagai tipe dan kelas. Mulai dari penginapan murah ala rumah nelayan (kelong) sampai hotel-hotel bagus juga ada. Dari sekitaran hotel biasanya ada paket-paket open trip untuk menyebrang ke pulau kecil sambil melakukan aktivitas air seperti snorkeling, banana boat, water canoe dan lain-lain. Salah satu pulau yang paling terkenal di dekat Pantai Trikora adalah Pulau Pasir Putih atau White Sands Island.

IMG_8476
Penginapan murah yang unik berupa kelong nelayan, Bintan Laguna Resort
2. Pantai Lagoi

Selain Pantai Trikora, Bintan juga punya pantai lain yang tidak kalah indah, namanya Pantai Lagoi. Pantai Lagoi ini memang bersih dan yang saya suka adalah banyaknya nyiur alias pohon kelapa kurus-kurus tumbuh tinggi menjulang. Pantainya tenang dan cocok sekali untuk yang mau santai-santai sambil berjemur menikmati angin sepoi-sepoi dari Laut Cina Selatan. Di kawasan Lagoi juga terkenal dengan aktivitas water sport yang dikelola oleh pihak resort, yaitu canoeing, jet skiingboogie boarding dan lain-lain. Tentang pantai ini sudah saya tuliskan sebelumnya di artikel kunjungan pertama saya ke Pulau Bintan. Baca juga: Santai di Pantai Lagoi dan Trikora

IMG_8464
Cantiknya Pantai Lagoi di Nirwana Beach Club
IMG_8465.JPG
Banyak aktivitas water sport yang ditawarkan resort-resort
IMG_8462
Relaks…
3. Mangrove Tour di Lagoi Bay

Di Pulau Bintan ada sekiranya dua tempat yang memang dikhususkan menjadi kawasan hutan bakau alias mangrove, yaitu di Desa Busung (lihat peta) dan Teluk Sebong (lihat peta). Yang di Desa Busung ini lebih ekonomis meskipun fasilitasnya belum sebaik yang di Teluk Sebong. Yang di Teluk Sebong harganya cukup mahal karena memang letaknya di dalam kawasan resort (per orang sekitar 300.000 ribu rupiah). Menyusuri hutan bakau dengan menggunakan speedboat di sepanjang sungai dengan kanopi bakau memang memberikan pengalaman unik tersendiri. Di dalam hutan bisa dijumpai beberapa satwa seperti burung, ular dan monyet.

IMG_3314
Speedboat untuk tur hutan bakau di Teluk Sebong
IMG_3370
Hutan bakau yang membentuk kanopi alami
IMG_3400
Praise Allah for his creatures
4. Treasure Bay (Crystal Lagoon)

Ke Bintan tanpa singgah ke Treasure Bay (Crystal Lagoon) rasanya kurang lengkap. Dengan tiket masuk sebesar 100 ribu rupiah untuk dewasa dan 50 ribu rupiah untuk anak-anak, pemandangan indah Crystal Lagoon sudah bisa dinikmati. Tapi biaya ini belum termasuk aktivitas water sport. Tiap aktivitas water sport seperti kayaking,  wake board, banana boat dan jetski baru bisa dinikmati setelah kita membayar sekitar 100-150 ribu rupiah per sekali main.

Benar-benar laguna yang tampak seperti kristal

Crystal Lagoon sendiri merupakan kolam artifisial yang dibuat nampak seperti pantai. dan dibuka dari jam 9 pagi hingga 6 sore setiap harinya. Kolam ini memiliki luasan leih dari 6 hektar yang membentang sepanjang 800 meter dengan dasar tepiannya terbuat dari fiber berwarna krem. Desainnya ini benar-benar menjadikan Crystal Lagoon (lihat peta) tampak seperti pantai pasir putih dengan air yang super jernih.

Crystal Lagoon – Treasure Bay Bintan
5. RM Khas Melayu Singgah Selalu

Untuk kuliner di Pulau Bintan, jangan lewatkan kuliner khas Melayu yang ada di pusat kota Tanjung Pinang ini, namanya RM Khas Melayu Singgah Selalu. Yup, 2 kali saya ke pulau ini, selalu singgah ke rumah makan ini. Berbagai varian menu dengan cita rasa khas kampung Melayu mulai dari ayam kampung goreng, kerang, cumi hitam hingga ikan asam pedas dihidangkan secara prasmanan di sini.

Prasmanan RM Khas Melayu Singgah Selalu

Kelemahan dari rumah makan ini adalah harga yang relatif mahal, satu porsi nasi beserta lauk cumi hitam + sayur tumis toge dengan minuman teh manis misalnya, dihargai sekitar 45 ribu rupiah. Tapi untuk rasa? Memang terbilang cukup enak sih..

Makan ini + teh manis = 45 ribu, murah atau mahal?
6. Pulau Dompak dan Jembatan Dompak

Pulau Dompak menjadi tempat yang wajib dikunjungi saat singgah di Tanjung Pinang, khususnya setelah dibukanya Jembatan Dompak yang baru. Jembatan ini menjadi ikon baru kota Tanjung Pinang yang menghubungkan pusat kota (lama) dengan Pulau Dompak yang dikhususkan menjadi pusat pemerintahan.

Kota Tanjung Pinang, dipandang dari Pulau Dompak
Konstruksi Jembatan Dompak yang kokoh
7. Akau Potong Lembu

Akau Potong Lembu (PSP Street Food) merupakan nama kawasan kuliner malam paling beken di Tanjung Pinang. Ya, di sini banyak kuliner yang jadi favorit saya, khususnya untuk seafood dan chinese food (PS: umumnya kuliner di sini halal dan ada logo halalnya, tapi kalau ragu jangan sungkan tanyakan ke bapak/ibu penjualnya). Harga makanan dan minuman di sini ramah di kantong dan rasanya maknyus banget, terutama es koteng, sop ikan dan otak-otaknya! Akau Potong Lembu (lihat peta) ini buka dari jam 5 sore dan tutup jam 11 malam. Kalau Sabtu malam di sini bakal rame sekali, jadi siap-siap untuk bersaing mendapatkan parkiran dehh..

Akau Potong Lembu, pusat kuliner dengan konsep outdoor, penjual makanan ada di sekeliling meja-meja makan
Es Koteng, wajib dicoba! Unik banget!
Otak-otaknya juga enak..
8. Gedung Gonggong

Gonggong merupakan hewan laut semacam keong yang hidup di perairan Kepulauan Riau. Gonggong menjadi santapan kuliner khas Kepulauan Riau, khususnya di Tanjung Pinang. Di kebanyakan restoran, khususnya restoran seafood, menu gonggong ini pasti ada. Saking fenomenalnya si gonggong ini, pemkot Tanjung Pinang sampai membangun gedung pusat informasi wisata yang bentuknya ala keong gonggong ini. Terletak di tepian laut Tanjung Pinang, tidak jauh dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, gedung ini menjadi ikon baru kota Tanjung Pinang.

Gedung Gonggong di malam hari – ditembakkan dengan visual light art
9. Gurun Pasir & Telaga Biru Bintan

Pulau Bintan dikenal sebagai salah satu pulau penghasil bauksit di Indonesia. Seperti halnya sisa galian C di Semarang yang dikenal sebagai Brown Canyon dan bekas tambang kaolin di Belitung, beberapa lokasi sisa tambang bauksit di Bintan ini belakangan menjadi spot wisata yang baru. Pasir bauksit di area ini mengeras dengan kontur berbukit-bukit sedangkan di bagian lembah-lembahnya terisi air berwarna biru muda yang mirip dengan Danau Kaolin Belitung. Well, kalau ke sini untuk dapat foto bagus memang agak tricky sih, karena perlu ambil frame yang pas.

Gurun Pasir Bintan
Sebuah bukit di gurun pasir ini
Telaga Biru
10. Melayu Square

Selain ada Akau Potong Lembu, di Tanjung Pinang juga ada pusat kuliner malam yang namanya Melayu Square. Lokasinya dekat dengan Monumen Gonggong di tepian laut, tepatnya di Jalan Hang Tuah (lihat peta). Dibanding Akau Potong Lembu, kuliner di sini memang cenderung kurang variatif, malah cenderung homogen. Kebanyakan menunya adalah seafood (beberapa jenis kerang, udang maupun ikan-ikanan) dan juga aneka minuman. Makanan di sini bisa dibilang enak-enak tapi harus pintar-pintar tanya harga dan ukuran/porsi makanannya.

Melayu Square, salah satu hawker center di Tanjung Pinang
Suasana makan malam di Melayu Square
11. Pulau Penyengat

Pulau Penyengat merupakan pulau kecil berukuran 3,5 km2 yang menyimpan sejarah besar Kesultanan Riau (Melayu Johor) di era abad ke-17 hingga 18. Tidak mengherankan jika pulau ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat negeri tetangga, yaitu Malaysia khususnya yang berasal dari Johor. Kita bisa mencapai pulau ini dengan membayar 5000 rupiah saja untuk ongkos perahu kecil yang dikenal dengan nama pompong. Ada beberapa bangunan tua bersejarah di pulau ini yang bisa dikunjungi dan telah saya tuliskan di artikel sebelumnya. Baca juga: Mengenal Peninggalan Kesultanan Melayu di Pulau Penyengat

IMG_8443
Komplek Makam Raja Ja’far dan Raja Ali yang menyerupai bangunan masjid
IMG_8450
Papan penunjuk jalan di Pulau Penyengat
12. Masjid Raya Kijang

Nah, kalau menjauh sedikit dari pusat kota Tanjung Pinang, ada sebuah masjid besar dengan interior yang cantik di wilayah Kabupaten Kijang, namanya Masjid Nurul Iman atau dikenal juga dengan nama Masjid Raya Kijang. Eksterior masjid ini sangat khas Melayu, dengan warna hijau dan kuning yang mendominasi bangunan. Interiornya pun sangat elegan khususnya di bagian depan dan ceruk mimbarnya.

Keindahan interior Masjid Raya Kijang
Bagian kubah masjid
Sisi luar ke arah area wudhu

See you again, Bintan! 🙂

Advertisements

11 thoughts on “Liburan Seru di Pulau Bintan

  1. jaman dulu main2 ke bintan belum ada treasure bay, danau biru sama bukit pasir hahaha… tp bener, jaman dulu masuk ke lagoi ribet, plus apa2 bayar pake dolar yg kudu dirupiahin dulu :p

    Like

      1. Iya. Sukak banget Mas
        Kulineran yang berkesan dan moment nya enggak di dapat ditempat lain. Itu yang valuable

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s