Wisata Religi di Masjid Putra – Putrajaya

Ini kali ketiga saya bertandang ke Kuala Lumpur, Malaysia. Tapi baru pertama kali inilah saya menyempatkan diri singgah ke ibukota pemerintahan/administratif yang dikenal dengan nama Wilayah Persekutuan (Federal Territory) Putrajaya. Meskipun Putrajaya ini tergolong kota baru yang megah, bersih dan dilengkapi infrastruktur berkualitas, tapi untuk hiburan bisa dibilang nihil, jadi nggak heran kalau kebanyakan orang akan skip Putrajaya dari tujuan wisatanya saat berada di Malaysia.

Jembatan Seri Wawasan – jembatan utama di Putrajaya

Jalanan dan trotoar yang rindang

Material untuk trotoar dan lampu penerangan jalannya pun berkualitas sekali

Kompleks kantor pemerintahan yang super rapi dan megah

Ikon utama yang mengundang saya ke Putrajaya adalah sebuah masjid besar dengan kubah berwarna merah muda (pink) yang bernama Masjid Putra. Saya rasa hampir seluruh turis lokal Malaysia maupun turis mancanegara pun pergi ke Putrajaya untuk melihat masjid ini. Nama masjid ini diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama, yaitu Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj.

Masjid Putrajaya terletak di tepian Danau Putrajaya

Pada bagian depan masjid terdapat sebuah gerbang besar yang bergaya khas masjid-masjid di Casablanca, Maroko. Gerbang depan ini terbuat dari batuan granit berwarna krem yang nampak kokoh dan diperindah dengan seni kaligrafi di bagian atasnya. Di depan sini ada penjaga berseragam rapi dan akan mengarahkan pengunjung, khususnya wanita untuk mengenakan pakaian tertutup yang sudah disediakan. Pengelolaan masjid sebagai tempat wisata secara apik ini saya temukan juga di masjid terapung di Melaka. Baca juga: 18 Keseruan yang Bisa Dilakukan di Melaka (Bagian 1)

Gerbang depan Masjid Putra

Sisi samping eksterior dan taman-taman Masjid Putra

Masjid Putra memiliki kubah berwarna pink yang sangat khas dan mengusung gaya arsitektur paduan tradisional Melayu, Persia dan Maroko. Kebersihan masjid ini sangat terjaga dan papan maupun stiker penunjuk dipasang dengan baik. Di dalam masjid, karpet warna merah terhampar dan di bagian depan masjid terdapat mihrab yang dipenuhi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran. Saya suka sekali dengan Masjid Putra ini!

PS: Bagi Muslim, jangan lewatkan untuk sholat di sini yes! Anyway, di setiap jam sholat Zuhur dan Ashar masjid ini akan ditutup sementara bagi wisatawan.

Kubah pink yang sangat khas Masjid Putra

Mihrab Masjid Putra

Self timer sekejap!

Dinding-dinding, pilar-pilar dan lantai 2 masjid

Lampu besar di pintu utama Masjid Putra

Berhubung di Putrajaya ini cari makan kayak cari jarum di jerami basah, alias susah, di bawah masjid (waterfront side), Masjid Putra ini dilengkapi juga dengan kantin yang lumayan besar. Makanannya lumayan bervariasi dan harganya terjangkau.

Kantin Selera Putra

Eskalator penghubung ke waterfront dan kantin masjid

Tampak di seberang Masjid Putra terdapat bangunan besar dan luas yang bernama Bangunan Perdana Putra yang merupakan kantor Perdana Menteri Malaysia. Bangunan ini sekilas nampak seperti masjid dengan kubah besarnya yang berwarna hijau dan tembok berwarna krem. Selayaknya kantor pemerintahan, hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk ke dalam.

Bangunan Perdana Putra

Di tengah-tengah Masjid Putra dan Bangunan Perdana Putra, terdapat sebuah bundaran yang cukup luas, yaitu Dataran Putra. Di sini terpasang beberapa bendera negeri bagian di Malaysia dan tentunya bendera negara Malaysia.

Dataran Putra

Bangunan lainnya yang saya jumpai di Putrajaya, yaitu Istana Kehakiman (Palace of Justice) dan Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin (dikenal juga dengan nama Masjid Besi). Istana Kehakiman ini konsepnya juga mirip-mirip dengan Perdana Putra karena menggunakan kubah-kubah ala masjid. Kompleks bangunan merupakan pengganti dari kantor sebelumnya yang bertempat di Bangunan Sultan Abdul Samad di pusat kota KL.

Istana Kehakiman Putrajaya

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin sebenarnya punya luas dua kali lipat dari Masjid Putra. Namun karena tidak pakai kubah yang mencolok, masjid ini terkesan lebih kecil dari Masjid Putra.

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin

Gerbang masuk Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin

Keliling Putrajaya cukup setengah hari memang karena nggak terlalu banyak yang bisa dilihat di sini. Untuk penginapan juga terbatas sekali dan hampir tidak ada hotel budget. Karena kurang cek dan ricek kondisi di Putrajaya, saya pun akhirnya malah pilih hotel yang ternyata jauh dari Masjid Putra. Kalau saran abang Grab di sini, penginapan yang dekat dari Masjid Putra dan pusat perbelanjaan adalah The Everly yang letaknya berdekatan dengan Alamanda Shopping Centre.

Okey, terima kasih Putrajaya! 🙂

Selanjutnya bakal nulis tentang pengalaman menginap di Hotel Pullman Putrajaya Lakeside!

Advertisements

4 thoughts on “Wisata Religi di Masjid Putra – Putrajaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s